Skip to main content

Seleksi tahap 2 KL-YES 18/19

Di post yang kedua ini aku bakal menceritakan pengalaman tentang seleksi tahap 2. Seleksi ini diadakan pada hari Minggu, 21 Mei 2017 di Univ. Malangkucecwara atau ABM. 

Langsung cus ke cerita nya aja ya ehe. 
Di tahap 2 ini ada tes wawancara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jadi ya ada dua gelombang gitu. 

Yang tes Bahasa Indonesia itu enak banget. Kakak-kakaknya friendly semua. Di sana aku memperkenalkan kepribadianku, menceritakan kisah hidupku sampe nangis nangis asli dah. Pokoknya seru bangettt di tes kepribadian, 30 menit wawancara itu ga terasa banget soalnya full of curcol wkwk
Gak ada tes bakat kok tenangg

Tes Bahasa Inggrisnya cuma 15 menit aja, isinya perkenalan, trus ditanyain tentang keluarga, cita-citanya apa, pengen kuliah di mana dll. Kakak-kakaknya juga seruuu bangett, bukannya interview malah ketawa-ketawa. 

Ohiyaa, yang paling gabisa dilupain itu adalah pengalaman ketemu sama temen-temen yang lolos dari tahap 1. Kalo gasalah sekitar 200 anak. Jadi pas nunggu giliran interview, aku ditempatin di ruangan yang ada 20 orang di dalamnya. Di sana kami kenalan satu per satu, cerita tentang sekolah masing-masing, nyetel lagu, ketawa-ketawa gajelas, dan tiap anak yang dapet giliran interview selalu disemangatin sampe ruangannya ricuh dan ditegur sama kakak panitia nya. Pokoknya seru dehh ketemu sama anak-anak yang sepemikiran. 

Jadi tips and trick yang sangat manjur di tes tahap kedua ini adalah, berkatalah jujur dan jadilah dirimu sendiri. Kakaknya bakalan tau kok kalau kalian bohong atau melebih-lebihkan sesuatu. 

Semangat yaa buat calon finalis KL-YES di manapun kalian berada! :) 

Comments

Popular posts from this blog

NATIONAL ORIENTATION and FAREWELL PARTY

Habis orientasi chapter, langsung cus ke ORIENTASI NASIONAL!! yeyyy!! Jadi di orienas ini, seluruh peserta YES, AFS, dan Kakehashi (program ke Jepang selama 6 bulan) dikumpulkan untuk mengikuti sesi-sesi pembekalan, dan tentunya untum mengadakan FAREWELL PARTY! Orienas ini diadakan selama 7 hari (bagi peserta YES) dan 6 hari (AFS) di TMII, Jakarta Timur. Untuk jadwal singkatnya seperti ini : Senin, 30 Juli 2018 : Lapor diri Selasa-Senin, 31 Juli-6 Agustus 2018 : Orientasi Nasional Sabtu, 4 Agustus 2018 : Farewell Party @Teater Pewayangan Kautaman TMII Mulai yuk ceritanya! Nasional ngasi tiket pesawat dari Malang - Jakarta tanggal 29 Juli. So, kami yang chapter Malang berangkat dari ABD Saleh. Nangis-nangisan? YAYALAH PASTI. Pisah sama temen-temen, keluarga, sahabat, pacar, mantan................ eh yogak ding. Yagitudehh sedih2an wkwk Habis ituu nyampe di Jakarta, aku sama Devi nginep di hotel di Jakpus. Nah, fyi nihh, untuk hotel tanggal 29-31 itu bayar sendiri dong. Nasion...

Part #2 Family Traditional Celebration: Thanksgiving

Langsung aja next, 2. Thanksgiving Family Dinner Thanksgiving selalu berkaitan sama unggas bernama kalkun. Sekitar 46 juta kalkun di Amerika terbunuh di bulan November, yaitu bulan Thanksgiving. Sediiihhh:(( Well kali ini gamau bahas tentang cara matinya kalkun yaa:( wkwkw Thanksgiving dirayakan dengan semua keluarga besar berkumpul di salah satu rumah, bisa dibilang makan besar. Meja makannya dibuat gede, trus semua jenis makanan tradisional Amerika tersedia. Saking setahun-sekali-nya acara Thanksgiving, keluarga disini nggak mikir panjang keluarin banyak uang buat beli bahan makanan dan masak semalaman. Bahkan sisa makanannya bisa dipake buat dinner seminggu selanjutnya😂 manteb ya😂 Nahh ini dokumentasi selama Thanksgiving! Cara masak kalkunnya agak aneh sih ahaha  Kalo pernah nonton Mr. Bean Thanksgiving pasti nyambung nih wkwkwk Jadi mereka masukin roti+kentang+sayur2an gituu trus pake bumbu khusu gatau namanya, trus dimasukin ke badannya si kalkun.. ...

Inggit Garnasih, Wanita Tanpa Pamrih

               Duduk termenung seorang wanita cantik nan anggun di teras rumah sembari menatap kosong lampu remang-remang di malam yang sunyi. Ialah Inggit Garnasih, seorang kembang desa pada masa itu. Terbangunlah ia dari lamunannya, saat suaminya, Sanusi, menyuruhnya untuk membuat kopi. Tentu saja untuk menemani malam terakhir mereka sebagai insan yang dipersatukan.             “Aku lelah, tolong buatkan kopi secangkir. Kali ini kurangi gulanya,” ujar Sanusi tanpa menoleh sedikitpun.              “Aku akan segera kembali,” balas Inggit seraya pergi menuju dapur.  Selagi mengaduk kopi panas, Inggit berpikir apakah berpisah dengan Sanusi adalah keputusan yang tepat. Ia takut terhadap  karma,  namun benar adanya bahwa ia tak lagi mencintai Sanusi karena sudahlah hambar hidup rumah tangga mereka. Ditambah kehadiran seoran...